CPA MARKETING

Maret 07, 2019


                Jika sudah banyak berkelana di internet sebagai marketer atau publisher, pasti sering mendengar istilah CPA, banyak dari mereka mengatakan bahwasanya model bisnis CPA marketing merupakan salah satu yang paling mudah dan menguntungkan. Tapi pada dasarnya, CPA atau Cost per-Action atau Cost per-Acquisition adalah turunan dari Affiliate Marketing. Jadi banyak orang yang sering tertukar antara dua istilah marketing tersebut.
                CPA Marketing merupakan salah satu cara terbaik yang sangat populer untuk mendapatkan penghasilan secara online karena rataan komisinya yang besar. Model bisnis ini menjadi populer karena fleksibel dan tanpa ikatan. Sedangkan Affiliate Marketing adalah bentuk pemasaran dimana kita memasarkan produk orang lain kemudian kita akan diberikan komisi dalam model CPA [biaya per akuisisi]. Jadi affiliate marketing bisa dikataan sebagai nama industrinya dan CPA bisa dikatakan sebagai model komisinya. Tetapi dalam prateknya tidak demikian. Untuk gambarannya seperti berikut

            Affiliate Marketing lebih sering digunakan untuk penjualan produk, sedangkan CPA lebih digunakan untuk ‘action’ atau tindakan. ‘’CPA adalah affiliate marketing, tetapi affiliate marketing bukan hanya CPA’’. Dalam CPA marketing, kita akan ‘’merayu’’ orang lain untuk melakukan tindakan-tindakan diatas kepada website / produk / layanan tertentu. Setiap kali berhasil, maka kita akan mendapatkan komisi.

                Di STAR SHARE kita mempunyai sistem yang dimana menggunakan model bisnis CPA Marketing yang bernama Restasia. Restasia ini salah satu CPA Marketing yang menggunakan artikel dari seseorang, yang dimana nanti dari artikel tersebut, orang calom pembeli / calom member akan tertarik dan membeli produk atau jasa yang sudah dijelaskan dalam artikel tersebut. Setelah tertarik dengan produk atau jasa tersebut, calon pembeli atau calon member akan mendaftarkan diri mereka dengan memasukkan data diri yang valid, email yang valid, informasi kartu kredit, dan sebagainya. Juga bisa setelah tertarik dengan produk atau jasa tersebut, calon pembeli bisa mengunduh file tersebut atau bahkan berlangganan layanan yang sudah disebutkan dalam artikel.
              
                Misalkan seorang pemilik produk, Andi, ingin memasarkan produknya dengan metode CPA. Maka ia mendaftarkan produknya ke CPA Network yang berperan sebagai makelar agar para affiliate marketer bisa memasarkan produk Andi. CPA Network akan mendapatkan komisi sekitar 1-10% dari penjualan yang sukses. Untuk memasarkan produk ini, para affiliate marketer menggunakan media iklan. Dari sini maka affiliate marketer membayar kkomisi untuk jaringan iklan misalnya AdSense dan publisher iklan. Dalam proses ini, affiliate marketer mendapat komisi hingga 50% dari nilai produk. Jaringan iklan dari publisher mendapat kasarannya 1-10% dari nilai produk. Belum lagi komisi tersebut dibagi 2 antara jaringan iklan dan publisher. Maka dari itulah kalau dihitung secara kasar publiher iklan hanya mendapat 5% dari nilai produk semenara affiliate marketer mendapatkan komisi sampai 50%.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.